Aku Berpihak Kepada Yang Ceria

dear maya,
Aku mengakui bersimpati kebeberapa orang. Setelah kurenungkan ternyata mereka memiliki beberapa persamaan yang khas yaitu ceria. Bersimpati karena tertarik pada hal `bagaimana mungkin seseorang seceria itu ?` dan mereka kuanggap orang-orang yang menang -pemikiran yang lebih tinggi, dewasa-. Sialnya, jika kubertanya hal itu, mereka hanya memberi kata kunci, ah, teman, aku butuh kata proses. hmm….

children talkDan setelah sekian lama, aku menemukan pendekatan keingintahuanku itu, ternyata aku menemukannya bukan pada orang ceria itu, tapi pada orang gelisah. Hebatnya, orang gelisah juga memiliki persamaan yang khas..

Beberapa tahun ini aku mulai belajar untuk melihat orang lain dengan praduga yang negatif -negatif thinking,kata orang-, mendahului praduga negatif kemudian positif. Dari hal itu aku mencoba mengelompokkan, ada golongan penghancur dan ada golongan pembangun.

Golongan Penghancur

Ciri khas yang paling kentara dari golongan penghancur itu adalah kata kata yang merendahkan martabat. Biasanya didepan umum mereka mengucapkan kekurangan orang lain tersebut; terlambat masuk kerja, terlihat kusam, tidak terlihat sempurna dan hal hal yang mempertontonkan kekurangan orang lain didepan umum -tanpa dan atau si objek-, bukan lelucon.Kelihatan sekali hal tersebut terlalu mudah keluar dari mulutnya, sangking seringnya, hal tersebut tidak disadari lagi -inilah yang kunilai sebagai hal haram-.

Aku Menduga asal muasalnya adalah orang yang memiliki kekhawatiran lebih. Bisa terjadi karena trauma masa lalu, perilaku yang buruk, pernah ditelanjangi kelemahan didepan umum dan juga ambisi yang menabrak etika. Sehingga muncullah rasa awas berlebihan, kemudian tingkat sensitifitas yang meningkat termasuk mencurigai setiap kata dan gerak orang lain. Pembiaran rasa awas berlebihan yang lama membentuk pola pikir negatif, dan kemudian tanpa sadar -juga- sudah masuk pada golongan penghancur..

Golongan Pembangun.

Ciri khas yang paling kentara dari golongan ini adalah mendengar. Ada yang kemudian aktif menyikapi ada yang pasif. Orang dari golongan ini yang aktif menyikapi umumnya orang yang mempunyai kemampuan -didepan-. Dan orang yang memilih untuk pasif biasanya tipe penyemangat -dibelakang-.

Berawal dari sikap menerima kenyataan, banyak yang menilai sepintas terkesan cuek tapi biasanya mereka berpikir maju untuk bagaimana selesai atau keluar dari permasalahan tanpa mempermasalahkan status menang. Adalah kata kata yang keluar yaitu apa, bagaimana dan hasilnya apa dari golongan ini.  Yang mungkin sedikit menjengkelkan golongan ini adalah cenderung tidak mempermasalahkan masa lalu -yang sering dipermasalahkan golongan penghancur- untuk lebih berfokus pada penyelesaian.

Kemudian?

Ada nilai berharga yang bisa dipetik dari perilaku golongan penghancur yaitu kemampuan untuk membedakan hal baik dan buruk untuk kemudian digunakan sebagai penangkal pembodohan -penipuan- dan penyerangan terhadap individu dan tentunya juga pengelakan hal buruk. Aku memilih bersimpati pada golongan pembangun; dengan sedikit cuek, lebih ramah, lebih mudah tersenyum dan menurunkan selera untuk mudah mendapatkan hal hal yang membuat diri bahagia -tertawa, canda, rasa senang-.

Dan ayo kita coba dengar lagu Padi dengan penggalan lirik lagunya (yang juga jadi status FB seorang temanku):

Sang Penghibur

Setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi ku dengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi ku cerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya…
….
Advertisement

About this entry