Aku Berpihak Kepada Yang Ceria
Dan setelah sekian lama, aku menemukan pendekatan keingintahuanku itu, ternyata aku menemukannya bukan pada orang ceria itu, tapi pada orang gelisah. Hebatnya, orang gelisah juga memiliki persamaan yang khas..
Beberapa tahun ini aku mulai belajar untuk melihat orang lain dengan praduga yang negatif -negatif thinking,kata orang-, mendahului praduga negatif kemudian positif. Dari hal itu aku mencoba mengelompokkan, ada golongan penghancur dan ada golongan pembangun.
Golongan Penghancur
Aku Menduga asal muasalnya adalah orang yang memiliki kekhawatiran lebih. Bisa terjadi karena trauma masa lalu, perilaku yang buruk, pernah ditelanjangi kelemahan didepan umum dan juga ambisi yang menabrak etika. Sehingga muncullah rasa awas berlebihan, kemudian tingkat sensitifitas yang meningkat termasuk mencurigai setiap kata dan gerak orang lain. Pembiaran rasa awas berlebihan yang lama membentuk pola pikir negatif, dan kemudian tanpa sadar -juga- sudah masuk pada golongan penghancur..
Golongan Pembangun.
Berawal dari sikap menerima kenyataan, banyak yang menilai sepintas terkesan cuek tapi biasanya mereka berpikir maju untuk bagaimana selesai atau keluar dari permasalahan tanpa mempermasalahkan status menang. Adalah kata kata yang keluar yaitu apa, bagaimana dan hasilnya apa dari golongan ini. Yang mungkin sedikit menjengkelkan golongan ini adalah cenderung tidak mempermasalahkan masa lalu -yang sering dipermasalahkan golongan penghancur- untuk lebih berfokus pada penyelesaian.
Kemudian?
Dan ayo kita coba dengar lagu Padi dengan penggalan lirik lagunya (yang juga jadi status FB seorang temanku):
Sang Penghibur
Setiap perkataan yang menjatuhkantak lagi ku dengar dengan sungguhjuga tutur kata yang mencelatak lagi ku cerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengertitentang kelihaian membaca hatiku hanya pemimpi kecil yang berangantuk merubah nasibnya…….
About this entry
You’re currently reading “Aku Berpihak Kepada Yang Ceria,” an entry on xidea
- Published:
- April 25, 2010 / 7:59 am
- Category:
- opini, Pertanyaan
- Tags:
1 Comment
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]